5 Tanda Kamu Tak Hanya Butuh Cuti, Tetapi Surat Pengunduran Diri

5 Tanda Kamu Tak Hanya Butuh Cuti, Tetapi Surat Pengunduran Diri

Kenyataannya, dunia kerja memang tak seindah yang terjadi di film-film Hollywood atau FTV. Apa yang anda bayangkan ketika masih mahasiswa dulu dapat sangat njomplang dengan kenyataan. Banyak urusan yang menciptakan frustrasi, mulai dari gaji yang tak naik-naik, sampai dunia kerja yang tak menyokong perkembangan diri. Rasa sesak, lelah, jenuh, bosan, membuatmu merasa paling muak khususnya menghadapi Senin pagi. Tapi libur pun telah bukan solusi. Seharusnya anda fresh dan siap bekerja sesudah liburan yang seru. Nyatanya, semuanya masih sama menciptakan jemu.

Tapi untuk resign pun butuh dipikirkan masak-masak. Menurut Judi Online Kamu mesti menggali pekerjaan lagi, beradaptasi dengan lingkungan baru lagi, dan mengawali semuanya dari mula lagi. Mungkin itulah kenapa tidak sedikit orang memilih guna tetap bertahan, meskipun masing-masing hari dijalani dengan sarat siksaan. Pertanyaannya merupakan: inginkan sampai kapan? Jangan merintangi diri sendiri. Bila firasat ini telah terjadi, saatnya memikirkan guna pergi.

5 Tanda Kamu Tak Hanya Butuh Cuti, Tetapi Surat Pengunduran Diri
5 Tanda Kamu Tak Hanya Butuh Cuti, Tetapi Surat Pengunduran Diri

1. Dalam satu hari, berapa jam anda bekerja? Bila guna istirahat dan bertemu family waktunya tak ada, barangkali ada yang salah dengan pekerjaanmu

Sudah sering dibicarakan oleh artikel-artikel karier, namun tetap saja work-life balance masih tidak jarang dilupakan. Pergi pagi kembali petang. Lembur hampir setiap hari, bahkan hingga akhir pekan. Waktu istirahat paling jauh dari kata layak. Jangankan bersenang-senang, guna bertemu family saja susah. Kerja keras cari uang guna makan, nyatanya justeru sering tak punya waktu guna makan. Kewajiban memang mesti dikerjakan, namun bukan berarti hidup mesti digadaikan. Bila anda selalu keteteran, pasti ada yang mesti dipertanyakan. Apakah teknik kerjamu salah atau memang bebanmu terlampau besar?

2. Sesekali kehilangin semangat memang wajar. Tapi bila jenuh setiap hari, bisa jadi untuk hengkang mesti mulai dipikirkan bukan?

Setiap hari kembali ke lokasi tinggal dengan rasa luluh lantak. Tak jelas yang lelah apakah fisiknya ataukah malah jiwanya. Setiap pagi tiba, anda harus bersusah payah guna mengusung badan berangkat kerja. Di kantor juga tak merasa tenang. Sedikit-sedikit menatap jam, bercita-cita waktu kembali datang. Bosan, malas, dan jenuh ialah hal yang biasa. Tapi bila terjadi masing-masing hari, anda harus mulai pikir-pikir lagi. Motivasi jelas butuh untuk menciptakan segalanya berlangsung dengan benar. Bila anda telah kehilangan urusan itu, solusi baru mesti dipikirkan.

3. Tujuan perusahaan dan rencana personalmu tak pernah jalan bersisihan jalan. Frustrasi terjadi masing-masing hari, menjalani kegiatan pun melulu setengah hati

Menyelaraskan destinasi perusahaan dengan rencana personalmu pasti perlu. Dengan begitu, masing-masing pekerjaan anda lakukan dengan motivasi dan senang hati. Bila sejak mula tujuannya berbeda, pasti ada rasa tak nyaman ketika bekerja. Entah itu berlawanan dengan cita-citamu, ataupun dengan prinsip-prinsip yang anda miliki. Bila tujuanmu dan perusahaan tak lagi dapat disatukan, lebih baik direlakan. Daripada tetap bertahan dan terus-terusan memendam frustrasi.

4. Sudah lama bertahan namun tak terdapat peningkatan. Entah skill, gaji, ataupun jabatan stuckdi posisi yang sama dengan mula kamu datang

Sudah bertahun-tahun bekerja, gaji masih tak jauh berbeda. Jabatan juga masih sama. Ilmu juga masih segitu-segitu saja. Apa yang salah? Saat anda masih fresh-graduated yang haus akan empiris kerja, gaji bukanlah masalah utama. Berapapun gajinya tak masalah, yang urgen kerja dulu saja. Toh nanti gaji bakal meningkat seiring dengan meningkatnya pengalaman. Tapi bila sekian lama anda masih di posisi yang sama, penilaian tentu butuh dilakukan. Entah kinerjamu yang memang sekadarnya, atau memang tempatmu yang memang tidak cukup menjanjikan.

5. Stres terus menerus datang tanpa dapat dihapuskan. Cuti tak mempan, liburan juga tak menciptakan hatimu lebih senang

SHARETWEETPIN
Bila hari-hari telah begitu berat dan anda merasa “burned out“, telah saatnya memungut cuti. Biasanya sesudah sejenak mencungkil diri dari kegiatan dan merasakan liburan, benak yang suntuk dapat lebih fresh. Dengan begitu semangatmu bekerja bakal kembali lagi. Tapi bila libur pun tak mempan guna mengobati rasa lelahmu, mungkin anda memang telah benar-benar tak tahan. Percuma sering-sering ambil cuti. Yang anda butuhkan ialah surat pengunduran diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *