Cerdik Untuk Menyembunyikan Rasa Gugupmu

7 Akal Cerdik Untuk Menyembunyikan Rasa Gugupmu

Pernahkah anda merasa gugup walau sudah mempersiapkan dengan matang suatu penampilan atau acara? Baik itu pidato, wawancara kerja, sampai ujian skripsi, keringat dingin dan hati yang deg-degan seolah wajib anda rasakan tak peduli seberapa siap juga kamu. Tanpa sadar, lututmu mulai goyang-goyang gak jelas, wajahmu tegang, dan kesudahannya lawan bicaramu tahu bila kamu gugup.

Perasaan gugup laksana di atas adalahhal yang normal, lagipula kalau anda merasa mesti memburu kesempurnaan. Kegugupan bisa membuat anda lebih waspada. Namun, penampilanmu dapat rusak bila kegugupanmu gak terkontrol. Supaya yang terjelek gak terjadi, beginilah caranya menyembunyikan kegugupanmu.

7 Akal Cerdik Untuk Menyembunyikan Rasa Gugupmu
7 Akal Cerdik Untuk Menyembunyikan Rasa Gugupmu

1. Ambil napas yang dalam, keluarkan perlahan-lahan

Menurut Judibolawin Rasa gugup dapat terbaca oleh lawan bicaramu andai napasmu terengah-engah. Berbeda dengan napas normal, napas orang gugup tersiar pendek dan tak teratur. Oksigen yang masuk ke tubuhmu juga menjadi tak teratur. Ketidakteraturan konsumsi oksigen inilah yang sebenarnya buat kita kendala berpikir saat sedang gugup.

Untuk menangkal pikiran yang kian kacau, atur napasmu. Ambil napas dalam-dalam dengan hidung, kemudian keluarkan perlahan melewati mulut. Lakukan berulang kali sampai kamu rasa cukup. Tarikan nafas akan membawa oksigen ke dalam tubuhmu, dan oksigen tersebut dapat membantu anda senang.

2. Kalau tidak ditanya, tidak boleh mengaku kalau anda gugup

“Aduh, maaf ya Pak. Gugup nih, maklum, baru kesatu kali.”

Mengakui bila kamu gugup ialah kesalahan fatal andai kamu sedang berjuang menutupi kegugupan. Lagipula, mengakui bahwa kamu gugup toh tidak akan memastikan bahwa orang yang sedang berhadapan denganmu bakal maklum. Justru dapat mereka ingin menguji seberapa jauh kamu dapat menahan kegugupan. Mereka bakal lebih memusatkan mata ke arahmu, mencari-cari fenomena gugup laksana kaki gemetar dan keringat — yang justru tadinya gak mereka simaklah sama sekali. Kali lain, kalau anda gugup, tidak boleh sampaikan pada seluruh orang bila kamu gugup.

3. Bicara pelan-pelan, agar pendengarmu menangkap apa yang hendak kamu sampaikan

Kita ingin bicara terlampau cepat dan terbata-bata andai sedang gugup. Jika anda termasuk orang yang ngomong nyerocos bila gugup, usahakanlah bicara dengan tempo yang lebih lambat dari biasanya. Dengan begitu, lawan bicaramu bakal tetap dapat menangkap apa yang hendak kamu sampaikan.

Ingat, lebih baik bicara terlampau lambat daripada terlampau cepat. Lebih baik menciptakan mereka tidak banyak “bosan” tidak banyak tapi memahami apa yang hendak kamu sampaikan, daripada meninggalkan mereka dengan rasa bingung dan pertanyaan, “Itu orang ngomong apa ya dari tadi?”

4. Ciptakan postur yang nyaman untuk tubuhmu

Perhatikan tubuh anda sendiri saat sedang gugup. Apakah anda sudah menyerahkan tubuhmu kenyamanan maksimal? Kemungkinan besar tidak. Ketika gugup, secara tidak sadar anda membuat otot-ototmu ikutan tegang.

Coba tenangkan kegugupanmu dengan mengendurkan otot-otot yang tegang tadi. Jika anda dalam posisi berdiri, berdirilah dengan tegap. Namun, tidak boleh kaku laksana polisi sedang apel. Pastikan kaki dan tanganmu pun tenang. Jangan mengetuk-etukkan meja dengan ujung jari, atau lantai dengan kaki.

Kontrol pun otot di wajahmu supaya tampak tenang. Lakukan pijatan lembut, dan praktikkan senyum tiga jari andai perlu. Dengan membuat tubuhmu tetap tenang, anda akan mempermudah pikiranmu guna tetap tenang pula.

5. Gunakan mata guna menutupi rasa gugupmu

Menjaga kontak mata dengan lawan bicara bakal membuatmu tampak lebih percaya diri. Makanya, pertahankan tatapan matamu pada mereka. Jangan menyaksikan ke langit-langit, sepatu, atau semua penjuru ruangan bila tidak inginkan terlihat gugup.

Tapi ingat: tidak boleh menatap lawan bicara seolah kamu robot. Nanti mereka justeru takut atau memandangmu aneh. Sesekali memindahkan tatapan pun boleh, tetapi segera kembalikan konsentrasi pada mereka setelahnya.

6. Daripada terbenam dalam kegugupan, lebih baik ajukan pertanyaan dan buat penonton tak kalah gugup

Rasa gugup dapat muncul ketika anda tak tahan dengan perhatian yang tertuju padamu. Maka dari itu, alihkan saja perhatian yang tertuju padamu tersebut ke ruangan. Caranya? Ajukanlah pertanyaan pada semua pendengar. Saat pendengarmu beranggapan keras itulah kamu dapat mengambil napas, mendinginkan pikiran, dan menciptakan dirimu nyaman kembali.

7. Kalahkan rasa gugup dengan mengingatkan diri bahwa tidak terdapat yang sempurna

Ingatlah bahwa anda akan baik-baik saja andai kepercayaan dirimu terjaga. Caranya? Jangan fokuskan diri anda untuk jadi sempurna. Berusaha menjadi sempurna melulu akan menyulitkan anda sendiri. Kalau anda bikin sejumlah kesalahan ketika bicara tersebut wajar, anda cuma insan sama laksana mereka yang terdapat di hadapanmu. Jangan memaksakan diri guna tersenyum andai wajahmu tampak gak tulus. Jangan mengupayakan melucu, bila kamu gak benar-benar yakin apa tersebut akan menghibur. Dengan percaya diri, biarkan percakapan mengalir. Ciptakan dialog supaya kamu merasa punya rekan untuk bicara.

Jika anda masih sulit menanggulangi rasa gugup, ya sudah. Akrabi saja rasa gugupmu. Anggap kegugupan tersebut sebagai tanda bila kamu bersemangat, nggak sabar bikin ketemu dan bicara dengan calon lawan bicaramu. Dengan ini, bakal lebih gampang untuk memikirkan hasil yang positif. Selamat mempraktikkan tips-tips di atas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *