8 Hal yang Membuat Skripsimu Jadi Lama dan Cara Menghadapinya Part 3

8 Hal yang Membuat Skripsimu Jadi Lama dan Cara Menghadapinya Part 3

5. Terlalu asyik bekerja
Hal yang kelima ialah terlalu asyik bekerja. Hal ini tidak jarang kali menghambat seorang mahasiswa dalam menuntaskan skripsinya. Jika dia tidak dapat mengatur waktunya dengan baik dalam menggarap skripsi

Ceritanya masih mengenai si Joko. Dia pun seorang yang telah bekerja, di samping kuliah saja. Dia berfikir bahwa waktunya tidak sedikit yang luang kala semester akhir. Toh melulu skripsi doang, fikirnya. Hingga dia juga nyambi guna bekerja. Pertama, dia nyaman saja menggarap skripsi seraya bekerja. Namun sejak dia menikmati besarnya gaji yang dia terima begitu menggiurkan, kesudahannya dia lupa bakal skripsinya. Karena terlalu terayun dengan asyiknya menggali uang.

8 Hal yang Membuat Skripsimu Jadi Lama dan Cara Menghadapinya Part 3
8 Hal yang Membuat Skripsimu Jadi Lama dan Cara Menghadapinya Part 3

Hal laksana itu dapat terjadi andai kita tak dapat mengontrol prioritas mana yang akan anda pilih. Apakah mendadak bekerja atau memilih menuntaskan skripsi dulu. Ya, seluruh tergantung diri masing-masing. Semua peluang pun tidak datang dua kali. Tetapi paling tidak, anda harus ingat mengenai perjuangan anda kuliah sekitar ini. Apakah akan selesai lama atau bahkan sia-sia. Karena anda melupakannya sebab pekerjaan kita. – situstaruhanbolaterpercaya 

6. Cinta yang membelenggu
Yang keenam ialah cinta. Kata orang sih, cinta tersebut indah. “Hidup tanpa cinta laksana taman tak berbunga,” begitulah kata semua pujangga. Tapi cinta juga dapat menghambat skripsi kita.

Ceritanya, si Jono nih punya pacar namanya si Nawang, temen sefakultas gitu. Orangnya cantik, baik, cakep, manis, seksi, tajir, aduhai, wah pokoknya perfect deh! Suatu hari Jono telah berniat menggarap revisian tuntunan skripsinya. Baru baca satu, dua lembar, tiba-tiba Nawang telpon.

Nawang: “Ayaank, gi apa nih? Temenin aku maem malem, yukss!”

Jono: “Tapi yank, aku lagi mo ngerjain skripsiku nih.”

Nawang: “Ah ayank gitu! Uuuuuh nyebelin, gak peduli lagi sama aku!”

Jono: “Tapi ini kan demi masa mendatang kita pun sayang, biar cepet lulus!”

Nawang: “Ahhh jahat! Sekarang anda pilih aku atau skripsimu? Titik!”

Jono: “Yaudah deh! Demi anda apa sih yang nggak?”

Terpaksa deh Jono batalin ngerjain skripsinya hari itu, dan tersebut terjadi besoknya lagi, dan besoknya lagi. Entah diajak melakukan pembelian barang lah, sebatas jalan-jalan, beli buku, nonton, sampai beli permen pun mohon ditemeni. Akhirnya Jono waktunya terbuang melulu demi sang pujaan hati. Itulah cinta yang kadang memborgol kita. Niatnya sih peduli dan perhatian, tapi tidak jarang kali si dia mohon lebih.

Kekasih yang baik tersebut harusnya peduli dong, dengan masa mendatang kita dan gak ngorbanin anda demi kepentingannya yang itu-itu saja. Jika punya pacar laksana itu, dia yang tidak memberi motivasi untuk skripsi kita, justeru membuat anda berlama-lama berkutat dengan skripsi, udah deh! Kasih saja sama temen anda saja yang jomblo. Hehehe, ntar bila skripsinya selesai dipungut lagi.

Paling aman tersebut ketika dalam waktu semester akhir, lebih baik anda vakum saja dulu dan tidak usah pacaran. Memang sih anda selalu perlu semangat dari orang yang anda cinta. Tapi apa iya, anda harus sampai kejangkitan cinta sampai tak semangat andai tak mendapatkannya? Jangan fobia tidak kebagian jodoh atau tidak boleh takut andai ditanya “Nanti pas wisuda PW-nya siapa bro?”. Apa wisuda tujuannya cari PW? Ya tidak lah! Tak terdapat PW, toh pun tidak akan di denda sama pihak kampus. Yang ada, andai kita sibuk sama PW pas wisuda, jarang tuh waktu bikin foto-foto sama kawan dan temen-temen kita. Eh, justeru sibuk sendiri dengan si PW.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *